Dia seperti bunga matahari
Berseri-seri menyerbak mentari
Senyumannya yang memanjakan hati
Sempat terlupa akan jarak diri ini
Tak terlihat sosoknya di depan mata
Tapi rasa rindu ini terus menggila
Terus mendidih ingin memeluknya
Berusaha tetap waras menyadarinya
Aku hanyalah satu dari ribuan
Kesempatan yang tak bisa dibandingkan
Tapi hati ini terus ingin dimanjakan
Dengan kehadiranmu yang diinginkan
Bagaimana tidak …
Matanya seperti ukiran dari yunani.
Rahangnya yang tegas menopang bibirnya yang manis. Senyumannya seperti madu yang memabukkan. Sama seperti tulisan ini hancur saat membayangkan dirinya. Tak peduli aturan kepenulisan untuk menggambarkan dirinya yang sulit dilupakan. Entah sihir apa yang ia kenakan, itu membuatnya terlihat seperti tak nyata.
-tintanyaerza.
