Feed Blog

Diposkan pada Tidak Dikategorikan

ما الذي يميزه؟ كل شيء

Ya Rabb, betapa indahnya sifat yang melekat dalam dirinya, sebagaimana seperti sosok yang engkau sayangi. Saya jatuh hati dengannya karena rasa cintanya terhadapmu Ya Rabb. Membuatku untuk terus memperbaiki hidupku yang porak-poranda rintangan akhir zaman.

Ia sederhana yang membuat dirinya indah tanpa harus banyak perhiasan yang melekat di tubuhnya. Ia pintar yang membuat dirinya memiliki wibawa tanpa harus menjatuhkan orang lain. Ia penyabar yang membuat dirinya tetap terlihat tenang tanpa harus menyakiti orang hati orang lain. Ia menghormati wanita yang membuat dirinya terlihat seperti seorang ksatria yang melebihi rajanya. Tidakkah itu begitu indah, Ya Rabb?

Sesungguhnya engkau yang menciptakan manusia, engkau yang maha mengetahui segala isi hati manusia dan yang ada pada dalam dirinya. Jika Ia benar seorang yang baik, maka berikanlah padaku, dan akan aku kembali kan pula hatiku padamu untuknya, Ya Rabb.

Bila suatu saat nanti tidak baik, maka lepaskan lah tanpa kepedihan. Bila ini yang terbaik maka satukanlah tanpa kesulitan pula.

ما الذي يميزه؟ كل شيء

Diposkan pada poem, poetry, puisi, quotes

Penantian

Siapa yang akan menantiku di sebrang sana?

Siapa yang akan menjemputku dengan genggaman hangatnya?

Ya Rabb, begitu gusar rasanya mulai menyelimuti qalbiku. Aku belum bisa melihat seorang pun yang berdiri di sebrang sana untuk menantiku. Bukan kah harapan itu terus bertumbuh diiringi degan penantian atas diri ini. Tapi, tidak ada siapa pun yang benar-benar menantinya.

Apakah aku tidak pantas untuk dicintai? melihat tak seorang pun yang berdiri di sebrang sana. Lalu bagaimana dengan hati yang aku jaga dengan sepenuh hidupku. Hati yang sudah aku persiapkan untuk seseorang di sebrang sana. Akan kah semua yang aku lakukan sia-sia, Ya Rabb?

Aku hanya takut, bagaimana jika hati yang telah aku rawat lalu ku semai ini tidak ada yang memetiknya dan bagaimana jika selamanya tidak ada seorang pun yang menungguku di sebrang sana untuk menikmati hasil dari hatiku yang segar ini.

Diposkan pada poetry, puisi, quotes

Mengapa Kapal Itu Kembali?

Dear Tuan Bulan…

Aku kembali berlabuh bukan tanpa alasan. Aku kembali masih dengan alasan yang sama dengan alasan saat aku pertama kali berlabuh di sini. Ketenangan dan kesucian dermagamu mengingatkan ku pada sang pencipta. Tidak kah kau menyadari kehadiranku, Tuan? aku tak akan memaksa untuk menyambut labuhanku. Sebab aku begitu sadar, kapal ini penuh karat dan bocor di mana-mana.

Jika suatu saat nanti aku kembali berlayar lagi, akan aku pastikan membawa ribuan mutiara yang menghiasi kapalku dan kembali berlabuh dengan alasan yang masih sama pula. Tapi, satu hal yang harus kau tahu, Tuan. Kapal ini benar-benar tak bernahkoda. Ia kembali bersama deburan ombak dan hiliran angin, melewati teriknya mentari dan seramnya amukan malam. Kapal ini kembali ke dermagamu, Tuan.

اليوم أصلي من أجلك

Diposkan pada poem, poetry

Am I High?

Aku pernah aku merasa secandu ini
Menikmati tiap detik senyumanmu
Terus merekah seperti bunga
Dan menghangat seperti musim semi

Suara yang mengalun seperti biola.
Mengalir dalam kedua telingaku
Menghapus kewarasan yang tersisa
Seolah hanya kau yang pantas ku candui

Jika kau narkoba, mungkin aku seorang kriminal buronan
Bagaimana tidak tuan, dirimu terus saja membuatku tak sadarkan diri
Lalu terbang dengan dirimu yang candu
Apakah ada rehabilitas untuk kriminal sepertiku?

Yang terbelenggu dalam satu sosok.

-tintanyaerza.

Diposkan pada poem, poetry

Dia Si Bunga Matahari

Dia seperti bunga matahari
Berseri-seri menyerbak mentari
Senyumannya yang memanjakan hati
Sempat terlupa akan jarak diri ini

Tak terlihat sosoknya di depan mata
Tapi rasa rindu ini terus menggila
Terus mendidih ingin memeluknya
Berusaha tetap waras menyadarinya

Aku hanyalah satu dari ribuan
Kesempatan yang tak bisa dibandingkan
Tapi hati ini terus ingin dimanjakan
Dengan kehadiranmu yang diinginkan

Bagaimana tidak …

Matanya seperti ukiran dari yunani.
Rahangnya yang tegas menopang bibirnya yang manis. Senyumannya seperti madu yang memabukkan. Sama seperti tulisan ini hancur saat membayangkan dirinya. Tak peduli aturan kepenulisan untuk menggambarkan dirinya yang sulit dilupakan. Entah sihir apa yang ia kenakan, itu membuatnya terlihat seperti tak nyata.

-tintanyaerza.

Diposkan pada poem

Ada Apa Dengan Malam?

Satu triwulan aku lewati, menjadi pujaan hati pada malam hari. Kilau mentari ku hirau, demi menemui gelapnya sang malam.

Ada apa dengan sang malam?

Diantara gelap dan gulita, tuan bulan bersinar paling indah. Jutaan bintang yang menawan, tak membuat beralih dari kilauan Tuan Bulan. Bukan kah kilauan itu dari Mentari, ia mendapatkannya dari mentari, harusnya kagumlah pada sang Mentari.

Tidak, kau tidak tahu.

Tuan bulan itu lah yang menyinari gelapnya malamku. Cahayanya lah yang menghangati dinginnya malamku. Keindahannya lah yang menghibur duka di setiap malamku. Mungkin ia tak sehebat Mentari, namun dia lah yang menemaniku sepanjang malam yang sunyi.

-tintanyaerza.

Diposkan pada Tidak Dikategorikan

Janji

Sudah berapa kali aku berlutut.
Menempa hidupku yang tak berhingga.
Menanti-nanti hari jemputan.
Namun, tak kian datang.

Berlagak ingin pulang duluan
Padahal dirinya tak membawa upah
Berharap hidup tenang setelahnya
Malah penghukuman yang didapatkan

Bagaimana dengan jiwa yang tidak berharap lahir ini. Menerima mentah-mentah kejamnya dunia. Terpaksa menganggap dunia ini adalah surga. Namun, tak pernah sekali pun merasa kedamaian.

Bukan kah hari itu aku setuju. Aku saja tidak tau apa dijanjikannya hingga aku bisa di sini. Aku bukan orang gegabah yang asal menerima tawaran. Tapi, aku tak mengerti mengapa aku menerimanya saat itu. Sebesar apa janji yang ia miliki hingga aku masih bertahan sampai hari ini.

-tintanyaerza.

Diposkan pada Tidak Dikategorikan

Mi Amor

Dear, mi amor.

Mungkin syairku terdengar klasik. Tapi, percayalah aku membuatnya dengan sepenuh hatiku. Entah apa yang menghantuiku sepanjang malam. Aku selalu dikejar bayang-bayang dirimu. Ini terdengar gila, tapi saat pertama kali aku melihat senyumanmu. Duniaku berubah, menjadi lebih sulit dikendalikan terutama dalam memikirkan dirimu. Mungkin kini aku menjadi gila, terus mengingatmu sepanjang hari.


Aku terus menyadarkan diriku, ada pria selain dirimu. Tapi kau terus saja membuat, seolah-olah pria di dunia ini hanya dirimu. Kau terus membayang-bayangi kepalaku dengan untaian karangan.

Tolong katakan, Tuan. Mantra apa yang kau bacakan. Tidurku saja tidak mampu melupakanmu. Dirimu terus membayang-bayangiku hingga alam bawah sadarku.

-tintanyaerza.

Diposkan pada crushh, fiction, heart, letter, love, lover, poetry, puisi, quotes, surat, syair

Small Letter

Saat aku menggoreskan tinta di atas kertas, artinya aku sudah siap. menerima semua resiko yang akan datang. Bukan kah aku menulisnya untuk meluapkan perasaan yang menggebu-gebu itu, berharap engkau juga merasakan apa yang aku rasakan melalui pesan singkat itu.

Tapi tidakkah aku cukup bodoh, terbelesit mengharap pada sosokmu yang aku tau bahwa kau adalah manusia. Saat lukisan terakhir selesai, aku juga menyelipkan perasaan iklashku dan merelakan kemana engkau akan membawa surat itu, di pembuangan akhir atau pada kekasihmu.

Aku tidak akan bilang jika aku tidak berharap balasanmu, aku juga tidak akan bohong bila aku masih menunggu jawabanmu. Tak mengapa jika itu hanya satu kata, aku akan merasa sangat senang menerima tulisan tanganmu. Tapi aku bodoh, aku sudah menulisnya untuk tidak bermaksud apa-apa.

Dalam jawaban sebelumnya, aku ingin menyampaikan permintaan untukmu secara lebih jelas dan mendalam. Aku ingin menggali lapisan dalam dari dirimu melalui susunan kata-kata yang dihubungkan. Memberikan gelombang emosi dan pengalamanmu melalui karya tulis yang indah.

Terkadang, ada keindahan tersendiri ketika seseorang dapat mengungkapkan perasaan dan pikiran mereka lewat tulisan.

Jadi, jika aku punya kesempatan untuk melihat dirimu melalui sudut pandangmu, melalui lensa kata-kata yang dipilih dengan hati-hati, itu akan menjadi sebuah anugerah bagi dunia ini. Aku ingin merasakan apa yang kau rasakan saat menulis, aku ingin mengerti dan menghargai perjalananmu dalam hidup. Meskipun tak bisa menjadi milikku, ceritamu akan ada dalam setiap kata yang kita ungkapkan.

Aku akan terus membuatmu hidup dalam tulisanku. Walau perasaan itu telah padam dalam hatiku, dia akan selalu hidup ketika kata tentangmu dibaca kembali.

– Tintanyaerza.

Translate :

When I put ink to paper, it means I am ready to accept all the risks that come with it. Isn’t it that I write to pour out those fervent emotions, hoping that you can feel what I feel through that brief message?

But am I not foolish enough to hope for your presence, knowing well that you are only human? When the final stroke is complete, I also embed my sincere feelings and relinquish control of where you will take that letter, whether to the depths of disposal or to your beloved.

I won’t say I don’t hope for your reply, and I won’t lie that I am still waiting for your answer. It doesn’t matter if it’s just one word, receiving your handwritten note would make me incredibly happy. But I am foolish, I wrote it without any intentions.

In my previous response, I wanted to express my request to you more clearly and deeply. I wanted to delve into your inner layers through the arrangement of interconnected words. To convey waves of your emotions and experiences through beautiful written works.

Sometimes, there is beauty in someone being able to express their feelings and thoughts through writing.

So, if I had the chance to see you through your perspective, through the carefully chosen lens of words, it would be a gift to this world. I want to feel what you feel when you write, I want to understand and appreciate your journey in life. Even if it can’t be mine, your story will exist within every word we express.

I will continue to make you live within my writing. Even if those feelings have extinguished within my heart, they will always come alive when words about you are read once again.

  • Tintanyaerza