Dear, mi amor.
Mungkin syairku terdengar klasik. Tapi, percayalah aku membuatnya dengan sepenuh hatiku. Entah apa yang menghantuiku sepanjang malam. Aku selalu dikejar bayang-bayang dirimu. Ini terdengar gila, tapi saat pertama kali aku melihat senyumanmu. Duniaku berubah, menjadi lebih sulit dikendalikan terutama dalam memikirkan dirimu. Mungkin kini aku menjadi gila, terus mengingatmu sepanjang hari.
Aku terus menyadarkan diriku, ada pria selain dirimu. Tapi kau terus saja membuat, seolah-olah pria di dunia ini hanya dirimu. Kau terus membayang-bayangi kepalaku dengan untaian karangan.
Tolong katakan, Tuan. Mantra apa yang kau bacakan. Tidurku saja tidak mampu melupakanmu. Dirimu terus membayang-bayangiku hingga alam bawah sadarku.
-tintanyaerza.
