Diposkan pada Tidak Dikategorikan

Janji

Sudah berapa kali aku berlutut.
Menempa hidupku yang tak berhingga.
Menanti-nanti hari jemputan.
Namun, tak kian datang.

Berlagak ingin pulang duluan
Padahal dirinya tak membawa upah
Berharap hidup tenang setelahnya
Malah penghukuman yang didapatkan

Bagaimana dengan jiwa yang tidak berharap lahir ini. Menerima mentah-mentah kejamnya dunia. Terpaksa menganggap dunia ini adalah surga. Namun, tak pernah sekali pun merasa kedamaian.

Bukan kah hari itu aku setuju. Aku saja tidak tau apa dijanjikannya hingga aku bisa di sini. Aku bukan orang gegabah yang asal menerima tawaran. Tapi, aku tak mengerti mengapa aku menerimanya saat itu. Sebesar apa janji yang ia miliki hingga aku masih bertahan sampai hari ini.

-tintanyaerza.

avatar Tidak diketahui

Penulis:

This all about my write, about my feeling, world, people, and about you.

Tinggalkan komentar